Pakar Ekonom Nasional Sebut Menkeu Purbaya Punya Tugas Untuk Yakinkan Investor Agar IHSG Kembali Stabil

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, pada beberapa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia telah mengalami penurunan yang sangat drastis dan berada di zona merah dari zona positif.

Sebagai informasi bahwa IHSG merupakan ukuran atau indikator yang mencerminkan kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG juga dapat menjadi acuan utama bagi para investor untuk memahami arah pasar saham sebelum melakukan keputusan investasi.

Jika ditarik secara garis besar, maka IHSG dapat diartikan sebagai gambaran dari keseluruhan saham yang ada di Indonesia, jika angka IHSG naik maka mayoritas harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tren peningkatan, menunjukkan kondisi pasar modal yang positif dan sentimen investor yang optimistis (bullish). Lalu sebaliknya, jika angka IHSG turun berarti harga saham-saham di BEI secara umum mengalami tren penurunan, mengindikasikan pasar modal sedang mengalami tekanan atau sentimen pesimistis (bearish). 

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa akhir-akhir ini IHSG Indonesia mengalami penurunan dan seluruh investor melakukan aksi jual secara massal.

Para pakar ekonom nasional mengklaim bahwa penurunan IHSG dapat terjadi karena adanya sejumlah faktor, tetapi faktor yang paling utama yang dapat mempengaruhi penurunan IHSG akhir-akhir ini adalah adanya reshuffle atau perombakan Menteri Kabinet Merah Putih (Menteri Keuangan) yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto telah resmi mencopot jabatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan digantikan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rijadh Djatu Winardi, SE, M.Sc., Ph.D., CFE mengatakan, memang betul bahwa penurunan angka IHSG saat ini disebabkan oleh adanya reshuffle Kabinet Merah Putih.

Menurut Rijadh Djatu Winardi, besar kemungkinan bahwa saat ini investor atau pasar merespon negatif tentang adanya risiko kedepan mengenai kestabilan ekonomi Indonesia.

Ekonom dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi mengatakan, saat ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempunyai tugas utama untuk meyakinkan para investor dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Syafruddin Karimi, memulihkan kembali angka IHSG adalah tanggung jawab dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan pada saat yang sama, Menkeu Purbaya juga harus melakukan agenda pertumbuhan ekonomi serta menyelaraskan aturan fiskal dan realitas penerimaan negara.

Syafruddin Karimi menjelaskan, Menkeu Purbaya perlu menunjukan bagaimana program Presiden Prabowo Subianto dapat dijalakan tanpa menggerus disiplin anggaran dan tanpa menekan angka independensi kebijakan moneter.

Syafruddin Karimi juga mengaku bahwa saat ini pasar telah meminta sinyal yang tegas terhadap Menkeu yang baru, yakni tentang disiplin fiskal harus tetap berjalan, koordinasi dengan Bank Indonesia dapat terjaga dengan baik, dan rencana pembiayaan program prioritas tidak menekan kredibelitas anggaran.

 

Pesan Presiden Prabowo Subianto Untuk Menteri Keuangan Purbaya

Menkeu Purbaya Ungkap Kode Prabowo soal Nasib Badan Penerimaan Negara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dirinya telah mendapatkan mandat dan tugas yang sangat serius oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memintanya untuk menjadikan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi, dapat menciptakan peluang-peluang yang besar, mempercepat program prioritas pemerintahan, dan mengembalikan kepercayaan investor di Indonesia.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, tugas yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah tugas yang sangat mulia dan sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan negara Indonesia.

Oleh karena itu, Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen bahwa dirinya akan melakukan tugasnya dengan baik dan benar, serta dengan penuh kehati-hatian.

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, saya approach-nya adalah saya optimalkan sehingga sistem bisa bekerja dengan optimal, yang berhenti-berhenti kita optimalkan, yang sudah jalan kita percepat lagi. Jadi semuanya mesinnya bukan mesin baru, ini mesin lama tapi kita buat lebih bagus lagi ke depannya. Ini orang pintar-pintar semua sini.

Related posts